Selamat datang di web kesehatan hewan. Darrylkosambipet.com

Mengenal penyakit hamil anggur pada anjing

Hamil Anggur pada anjing/Hewan

(Mola Hidatidosa)

Oleh Darryl

A . Pengertian Hamil Anggur pada anjing

Mola Hidatidosa adalah kehamilan dimana setelah terjadi  fertilisasi tidak berimbang menjadi embrio, Tetapi terjadi proliferasi Tropoblast,dan ditemukan Villikorialis yang mengalami perubahan degenerasi Hidropik dan Stroma yang hipo Vaskuler atauAvakuler, Jamin biasanya meninggal, akan tetapi Vilus vilus yang membesar dan Edematus itu hidup dan tumbuh terus, gambaran yang diberikan adalah sebagai sebagai segugus buah anggur. Ada juga yang mendinisikan MOla Hidatidosa sebagai pembengkakan kistik,Hidropik, Dari pada Villi Korialis, Disertai proliperasi hiperplastik dan anaplastik epital korion serta tidak terbentuknya fetus.

Dan Definisi yang lain dari Mola Hidatidosa adalah perubahan abnormal dari VilliKorionik menjadi sejumlah kista ang menyerupai anggur yang dipenuhi dengan  cairan,embrio mati, Mola tumbuh dengan cepat,Uterus membesar dan menghasikan sejumlah besar Human zChorionic Gonadotropin (HCG)

B. Penyebab Mola Hidatidosa tidak diketahui secara pasti,Namun diduga factor penyebabnya adalah

-  Faktor Ovum : Ovum sudah patologik sehingga mati. Tetapi terlambat dikeluarkan.

-  Imunoselektif dari tropoblast.

-  Paritas tinggi

-  Kekurangan protein.

-  Infeksi Virus dan factor kromosom yang belum jelas.

C.  Patofisiologi

Mola Hidatidosa dapat terbagi menjadi:

a.       Mola Hidatidosa komplet (Klasik), Jika tidak ditemukan janin.

b.      Mola Hidatidosa inkomplet (parsial), Jika disertai janian atau bagian Janin.

Ada beberapa teori yang diajukan untuk menerangkan pathogenesis dari penyakit trofoblast:

Teori missed absotion:

Mudigah mati pada kehamilan 3 – 7 hari, karena itu terjadi gangguan peredaran darah sehingga terjadi penimbunan cairan masenkim dari Villi dan akhirnya terbentuklah gelembung gelembung.

-          Teori neoplasma dari Park.

Sel – sel trofoblast adalah abnormal dan memiliki fungsi  yang abnormal dimana terjadi reabsorbsi cairan yang berlebihan ke dalam villa sehingga timbul gelembung.

-          Studi dari Hertig.

Mola HIdatidosa semata semata akibat akumulasi cairan yang menyertai degenerasi awal atau tidak adanyaa embrio komplit pada minggu ketiga dan k e lima.

Adanya sirkulasi maternal yang terus menerus dan tidak adanya fetus menyebabkan trofoblast berproliferasi dan melakukan fungsinnya selama pembentukan cairan.

D.  Gambaran Klinik

Gambaran klinik Mola Hidatidosa adalah :

-  Amenore dan tanda tanda kehamilan.

-  Peredaran Vaginam berulang, Darah cenderung  berwarna coklat,Pada keadaan lanjut kadang keluar        gelembung mola

- Pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan.

-  Tidak terabanya bagian janin pada palpasi dan tidak terdengarnya BJJ sekalipun uterus sudah  membesar setinggi pusat atau lebih.

-  Preeklampsia atau eklampsia yang terjadi sebelum kehamilan 3 minggu.

E. Anatomi Fisiologi

1.       Uterus dalah organ yang tebal, Baraotot,Berbentk buh pear,terleak dal rongga panggul kcil di antar a kandung kemih dan anus, Ototnya disebt endometium.

Peritomium menutipi sebagian besar permukaan luar uterus,letak uterus sedikit anteflexi pada bagian lehernya dan anteversi (meliuk agak memutar kedalam) dengan fundusnya terletak diatas kandung kencing,Bagian bawah bersambung dengan avgina dan bagian atasnya tuba uterin masuk ke dalamnya.

Ligamentumlatum uteri dibentuk oleh dua lapisanperitonium,disetiap sisi uterus terdapat ovarium dan tuba uterine.

Panjang uterus 2 – 5 em ,uterus terbagi atras 3 bagian yaitu:

-          Fundus: bagian lambung diatas muara tuba uterine.

-          Badan uterus: melebar dari fundus ke serviks.

-          Isthmus: terletak antara badan dan serviks.

Bagian  bawah serviks yang sempit pada uterus disebut serviks.

Rongga serviks bersambung dengan rongga badan uteruss melalui os interna (mulut interna) dan bersambung dengan rongga vagina melalui os eksterna.

Ligamentum pada uterus

Ligamentum teres uteri: ada  dua buah kiri dan kanan. Berjalan melaui annulus inguinalis,Profundus ke kanalis iguinaliss. Terdiri dari jaringan ikat dan otot,berisi pembulu darah dan ditutupi peritoneum.Peritoneum diantara kedua uterus dan kandung kencing di depannya,membentuk kantong `utero-vesikuler.Dibaguian belakang,peritoneum membungkus badan dan serviks uteri dan melebar kebawah sampai fornix posterior vagina,selanjutnya melipat kedepan rectum dan membentuk ruang retri-vaginal.

Ligamentum latum uteri: Peritoneum yang menutupi uterus,digaris tengah badan uterus melebar ke lateral membantuk ligamentum lebar,didepannya tgerdapat  tuba uterin,ovarium diikat pada bagian posterior ligamentumlatum yang berisi darah dan saluran limfe untuk uterus maupun ovarium.

Fisiologi

Ovum sesudah keluar dari ovarium diantarkan melalui tuba uterin ke uterus (pembuahan ovum secara normal terjadi dalam tuba uterin) sewaktu hamil yang secara normal berlangsung selama 8 minggu,uterus bertambah besar,tapi dindingnya menjadi lebih tipis dan lebih kuat serta membesar sampai keluar pelvis,masuk kedalam rongga abdomen pada masa fetus.
Pada umumnya setiap kehamilan berakhir dengan lahirnya bayi yang sempurna,Tetapi dalam kenyataannya tidak selalu demikian. Sering kali perkembangan kehamilan mendapatkan gangguan.
Demikian juga dengan penyakit aTrofoblast,pada hakekatnya merupakan kegagalan reproduksi, disini kehamilan tidak berkembang menjadi janin yang sempurna,melainkan berkembang  menjadi keadaan patologik yang terjadi pada minngu minggu pertama kehamilan,Berupa degenerasi hidropik dari jonjot karion, sehingga menyerupai gelembung yang disebuty “ Mola Hidatidosa”
Pada umumnya penderita Mola hidatidosa akan menjadi baik kembali,  Tetapi ada diantaranya yang kemudian mengalami degeneraasi keganasan yang berupa karsinoma.

F. Tes Diagnostik

-          Pemeriksaan kadar beta hCG : Pada Mola terdapat peningkatan kadar beta hCG darah atas urin

-          UJi Sande : Sande ( penduga rahim) dimasukan pelan pelan dan hati hati kedalam kanalis servikalis dan kavum uteri. Bila tidak ada tahanan, Sonde diputar setelah ditarik sedikit,bila tetap tidak ada tahanan, kemungk9inan mola ( cara Acosta-Sison)

-          Photo roangen abdomen : tidak terlihat tulang tulang janian (pada kehamilan 3 – 4 mingggu)

-          Ultrasonografi : Pada mola ada gambaran embilo udara

-          Pemeriksaan T3 da T4 bila ada gejala tirotoksikosis.

G. Penatalaksanaan Medik.

- Penaganan yang biasa dilakukan pada Mola Hidatidosa adalah :

Diagnosis dini akan menggantungkan prognosis.

Pemeriksaan USG sangat membantu diagnosis. Pada fasilitas kesehatan dimana sumber daya sangat terbatas,Dapat dilakukan :

-          Evaluasi klinik dengan focus pada riwayat haid terakhir dan kehamilan.

-          Perdarahan tidak teratur atau spotting.

-          Pembesaran abnormal uterus.

-          Pelunakan serviks dan korpus uteri.

-          Kajian uji kehamilan dengan pengenceran urin.

-          Pastikan tidak ada janin (Ballottement) atau DJJ sebelum upaya diagnosis dengan perasat Hanifa Wiknjosastro atau Acosta Sisson.

Lakukan pengosongan jaringan Mola dengan segera.

Antisipasi komplikasi (krisis tiroid,perdarahan hebat atau perforasi uterus)

Lakukan pengamatan lanjut hingga minimal 1 tahun

Pengelolaan Mola Hidatidosa sebaiknya dilakukan dirumah sakit,Adapun langkah langkah pengelolaannya adalah

-          Pengolaan syok, bila syok.

-          Transfusi darah bila kadar HB < 8 gr %.

-          Kuretuse sebaiknya dengan vakum kuretuse,Kemudian dilanjutkan dengan sendok kuret yang tumpul setelah terjadi pengecilan uterus dan harus dilindungi dengan oksitosin 10 iu dalam 500 ml Dextose 5 % apa bila sondase uteruss > 6 em

-          Pasca kuretuse diberikan ergometrin tablet 2 X 1 tablet sehari.

-          Adanya penyulit tirotoksikosis dikel;ola dengan konsultasi  internis.

-          Adanya penyulit pre-eklamsia dikelola sesuai dengan prokol pre- eklmsia.

-          Pengamatan lanjut dilakukan untuk kemumngkinan keganasan paska Mola HIdatidosa, selama 1- 2 tahun

-          Untuk tidak mengacaukan pengamatan,Pasien dianjurkan,tidak hamil selama 2 X 6 bulan selama masa pengawasan.

H. Komplikasi.

Komplikasi Mola HIdatidosa meliputi.

-          Perdarahan hebat

-          Anemesis

-          Syok

-          Infeksi

-          Perforasi uterus

-          Keganasan (PTG)

Artikel ini sebagian diambil dari buku kedokteranJosep HK. MNugroho.S. catatan Kuliah Ginekologi dan Obtetri (OBSGYN)

Jakarta 14 Januari 2011.

Dilarang keras mengutip atau memindahkan artikel ini ke web lain tanpa izin penulis ataupun menghilangkan nama penulis,apa bila terjadi pemindahan pada web lain cantumkan sumber pengambilannya. terima kasih

Add comment


Security code
Refresh