Selamat datang di web kesehatan hewan. Darrylkosambipet.com

Obat saluran Pernapasan Atas, Bawah, "Akut kronik"

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Obat saluran Pernapasan Atas, Bawah, "Akut kronik"

Oleh Darryl

Penyakit utama pada alat Pernapasan bawah adalah Cronic Obsrtuction Pulmonale Deseases (COPD) atau Penyakit Paru Obstruksi Kronik atau penyakit paru Obstruktif Menahun (PPOM) dan penyakit paru restritif.

a. COPD

Disebabkan oleh Obstruksi Saluran nafas karena meningkatnya tahanan aliran udara kejaringan paru. Penyakit paru Restriktif yaitu adanya pengurangan kapasitas vital dan total paru karena adanya akumulasi cairan atau hilangnya kelenturan jaringan paru. COPD mencakup 4 penyakit paru utama yaitu :

1. Asma Bronkial

Penyakit paru obtruktif kronik yang ditandai dengan bronkospasme, kesulitan bernafas dan mengi. Terjadinya bronkospasme atau bronkokonstriksi dipengaruhi oleh 4 faktor utama yaitu:

a. Lingkungan eksternal, berupa : kelembaban, Perubahan tekanan dan temperature udara.

b. Kondisi emosi stress.

c. Polutan : polusi udara,asap, dan zat tertentu.

d. Subtansi alergik baik dari makanan, hewan, tanaman, dan obat obatan

Faktor factor diatas merangsang pelepasan mediator kimiawi yaitu serotonin, Histamin, Eosinofil yang berefek pada bronkokonstriksi, Oedema bronchial, peningkatan bronkoseksi bronchial. Obat obat yang mencetuskan bronkokonstriksi terutama kelompok asetil silsilat, Indometasin, dan Ibuprofen.

2. Bronkitis kronis.

3. Emfisema paru.

4. Bronkiektasis.

b. Penyakit paru restriktif dapat terjadi karena adanya penyakit Oedema paru, fibrosis paru,pneumo nitis, tumor paru, skoliosis dan gangguan otot dinding thorak.

Obat obat untuk COPD

Epinefrin/Adrenalin

untuk bronkokonsrtiksi akut dan darurat, merupakan vasokonstriktor yang baik pada peristiwa anafilaksis. Merupakan adrenergic non selektif, sering dipakai sebagai nebnulizer, Efekbronkodilatasi, vasokonstriksi.

Dosis : Dewasa sub kutan (sk) 0,1 – 0,5 mg, Anak (sk) 0,01mg

Inhalasi : 1 – 2 semprotan dari 1 : 100, kerja singkat tanpa melihat cara pemberian. KOntra indikasi : Hipertensi, Hipertiroid, Glaukoma sudut sempit, Insufisiensi serebrovaskuler.

Isoproterenol

Untuk bronkokonstriksi, sering menyebabkan peningkatan denyut jantung, dapat diberikan secara Inhalasi.IV, dan sublingual. Dosis sub lingual dewasa : 10 – 20 mg / 6-8 jam. Anak Sub lingual : 5 – 10 mg /6-8 jam.

Metaproterenol(alupen,metaprel)

Berkhasiat simpatomimetik, agonis alfa dan beta 2. Digunakan untuk mengobati bronkospasme pada asma dan membantu bronkodilatasi. Tidak boleh diberikan pada glaucoma sudut sempit, penyakit jantung dan hipertensi.

Eso : Gugup tremor, gelisah , insomnia, mual, muntah, hiperglikemi, dan reaksi lain yang merugikan takikardi, palpitasi, aritmia, hipertensi, henti jantung.

Interaksi : obat simpatomimetik pengha,bat beta.Awal kerja < 5 mnt, durasi 3 – 4 jam (inhalasi), dan 15 – 30 mnt, durasi 4 jam (Oral).

Isoetarin

Untuk bronkokonstriksi, dapat digunakan secara inhalasi atau Awal kerja < 5 mnt, durasi 1 – 3 jam (inhalasi)

Terbutalin

Untuk bronkokonstriksi, dapat digunakan secara inhalasi, sub kutan dan oral. Dosis dewasa oral : 2,5 – 5 mg (3 kali) / Hari. Sub kutan 0,25 0,5 mg.Awal kerja 5 – 15 mnt, Durasi 2 – 4 jam (subkutan),inhalasi dan oral sama dengan albuterol.

Albuterol

Untuk bronkokonstriksi. Digunakan secara inhalasi atau oral. Dosis oral dewasa : 2 – 4 mg/hari, terbagi. Eso : takikardi,stimulasi ssp, perubahan metabolic, Kecepatan kerja <15 mnt,durasi 3-4 jam (inhalsi), dan <30 mnt, durasi 4 – 8 jam(oral).

Interaksi obat: penghambat MAO, antidepresan triklik,obat simpatomimetika, Efektifitas kerja obat ini akan berkurang pada pasien hipoksia dan asidosis.

Pirbuterol

Pemberian inhalsi, awal kerja <5mnt, durasi 4 -6 jam.

Bitolterol

Pemberian inhalasi awal kerja <5 mnt, durasi 5 – 8 jam.

Ipatropium

Antagonis muskarinik, memulihkan bronkokonstriksi yang diinduksi oleh asetilkolin, digunakan untuk bronkokospasme pada COPD orang dewasa. Digunakan secara inhalasi, dengan efek samping ringan, Kontra indikasi : Glaukoma sudut sempit dan hipertropi prostat.

Atropin

Bronkodilator dalam keadaan darurat, Dapat digunakan secara inhalasi, dengan efek samping mulut kering, resistensi urine, takikardi, dan efek SSP.

BRONKODILATOR DERIVAT METILXANTIN

Merangsang bronkodilatasi, digunakan pada asma dan COPD.

ESO : dan reaksi yang merugikan takikardi, palpitasi, kejang, hipotensi,aritmia, Anoreksi, mual, gelisah, pusing, tremor, insomnia, wajah kemerahan.

Kontra indikasi : hipertiroid, distritmia jantung yang berat, ulkus peptikum dan kejang.

Interaksi obat : Kafein, barbiturate, simetidin, karbamazepin, propanolol, eritromisin.

Penggunaan Aminofilin IV untuk bronkokonstriksi akut dan berat, harus diencerkan, Teofilin tak dapat diberikan IV.

Dosis Aminofilin : dewasa IV : 6 mg/kgbb pembebanan Oral 200 – 300 mg/6-8 jam.

Teofilin dewasa oral : 100-200mg/6-12 jam atau 1-3mh/kgbb/8jam.

Anak oral : 50-100mg/6-12 jam.

Oktrifilin

Untuk asma dan COPD, DOD,: 200mg/6 jam. Anak 6-12 th. 4mg/kg/6 jam.

Difilin

Untuk Asma dan COPD. DOD : 200 mg/6 jam.

Jakarta 6 Mei 2011

Diambil dari buku kedokteran AY Sutejo.

Dilarang keras Memindahkan artikel ini ke Web lain tanpa izin.karna artikel ini dilindungi dengan undang undang

Add comment


Security code
Refresh