Selamat datang di web kesehatan hewan. Darrylkosambipet.com

Obat antiemetik | Obat anti muntah

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

PENGERTIAN OBAT "ANTIEMETIK / ANTIMUNTAH"

OLeh Darryl

Muntah (emesis) merupakan reflek lambung berupa gerakan anti peristaltik untuk mengeluarkan isi lambung melalui mulut.

Mual dan muntah adalah suatu sensasi muntah yang mendahului proses muntah, Mual dan muntah adalah gejala penyakit yang dapat ditimbulkan oleh bermacam macam penyebab antara lain :

1.       Karena gerakan (motion sickness) : mabuk perjalanan.

2.       Infeksi dan gangguan ssaluran pencernaan.

3.       Intoleransi makanan.

4.       Gangguan atau cidera persyarafan.

5.       Pembiusan dan pembedahan.

6.       Kehamilan.

7.       ESO dari penggunaan obat tertentu.

8.       Gangguan metabolism.

9.       Gejala dari penyakit tertentu sehingga merangsang pusat muntah.

Antiemetik hanya berperan menutupi gejala muntah,sehingga untuk pengobatan yang tuntas perlu dicari penyebabnya.Ada 2 pusat yang berkaitan dengan muntah pada spp yaitu:

1.       Chemoreseptor trigger Zone (CTZ) menerima kebanyakan rangsang dari obat, toksin dan vestibuler serta meneruskan ke pussat muntah, pada medulla.

2.       Pusat muntah,Berada pada medulla yang apabila terangsang akan menjadi reflek muntah. Dopamin dan Levodopa merupakan neurotransmitter yang merangsang CTZ dan diteruskan kepusat muntah, beberapa impuls sensori diteruskan kepusat muntah, misalnya Bau, Rasa dan Iritasi mukosa lambung.

Obat obat yang berkhasiat anti muntah:

1.       Antihistamin (dimenhidrinat,Siklizin,Meklisin, Difenhidramin) dapat dibeli tanpa resep, digunakan untuk mual,Muntah dan Vertigo karena mabuk. ESO: mengantuk, Mulut kering dan kontipasi. Obat antihistamin antiemetic yang tidak dapat diperoleh dengan bebas (harus diresepkan) adalah: Hidrosisin : Untuk mual paska operasi dan vertigo, kadang diberikan bersama premedikasi. Prometasin untuk digunakan untuk mual,Muntah paska operasi.Vertigo .

2.       Larutan Karbohidrat hiperosmolar,menurunkan mual dan muntah dengan mengubah PH lambung, Contoh emetrol.

3.       Antikolinergik (Skopolamin), digunakan untuk mabuk perjalanan, dipasang dibelakang (Patch) telinga,efektif selama tiga hari.

4.       Antiemetik Fenotiazin (Perpenazin, Klorpromasin,Proklorperasin,Flufenasin,Tietilperasin,Triflupromasin) digunakan untuk mual dan muntah berat,paska pembedahan,anestasi, tetapi antepsikotik yang berefek anti emetic dengan dosis lebih rendah. Klorpromasin (Largactil) dan Proklorperasin merupakan trangulizer pertama yang digunakan untuk antispikotik sekaligus anti emetic. Obat ini bekerja dengan cara menghambat CTZ. Obat Fenotiazin berintraksi dengan obat antihipertensi,alcohol,nitrat, akan menyebabkan hipotensi, sedative-hipnotik, anestesi umum akan menyebabkan depresi SSP berat. Penggunaan bersama antihistamin,antikolinergik membuat efek antikolinergik berlebih. Dalam pemeriksaan enzim hati, Jantung, Kolesterol, dan gula akan menjadi peningkatan.

ESO: Sedasi sedang, Hipotensi, gejala extrapiramidal (Parkinsonisme), Efek SPP (gelisah, lemah, distonik, agitasi), dan efek antikolinergik ringan (Mulut kering,retensi urine, konstipasi)

5.       Kannabioid : kandungan aktif mariyuana, disetujui penggunaannya tahun 1985, untuk menghilangkan mual, muntah, karna pengobatan antineoplastik, Obat digunakan apa bila dengan antiemetic lain tidak berefek. Ada 2 kannabioid yang direkomandasikan yaitu Dronabinol dan Nabilon.

6.       Aanti emitik lain (Benzquinamid, Metoklopramid,Difenidol, Trimetobenzamid), Efek anti emetic tidak sekuat antihistamin, antikolergik maupun fenotiazin, Bekerja dengan menekan impuls CTZ.

ESO : meningkatkan curah jantung, tekanan darah, dan gejala antikolinergik lain.

Ondansetron,Tropisetron,Granisetron,adalah obat obat yang digunakan untuk anti muntah dan mual terutama karena efek pengobatan antikanker.

Perawatan Pasien dengan pengobatan antiemetic :

1.       Kaji dengan cermat riwayat muntah dan dapatkan kemungkinan factor penyebabnya.

2.       Kaji riwayat penakit yang diderita saat ini terutama yang berhubungan dengan efek pengobatan antiemetic.

3.       Periksa tanda vital dasar sebagai evaluasi.

4.       Pantau ESO obat.

5.       Hindarkan diwaktu hamil trimester 1 untuk untuk tidak minum obat anti emetic.

6.       Hati hati penggunaan Fenotiazin pada gangguan hati.

7.       Sebelum penggunaan obat usahakan mengatasi muntah dengan cara nonfarmakologik, Misalnya dengan meminumkan the encer.

Contoh Obat beredar:

Dimenhidrinat : Antimab, Antimo, Stop-mun.

Difenhidramin : Wisatamex.

Metoklopropamid : Damaben drops, Impram, Gavistal, Lexapram, Mepramid, Nilatika, Naveren, Dll.

Artikel ini diambil dari buku kedokteran.

Jakarta 10 April 2011

Dilarang keras Memindahkan artikel ini ke web lain,Tanpa izin

Add comment


Security code
Refresh