Selamat datang di web kesehatan hewan. Darrylkosambipet.com

Antimicroba dan gambaran secara garis besar

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

ANTIMIKROBA DAN GAMBARAN SECARA GARIS BESAR

1.ANTIBIOTIKA

a. Penisilin (Obat beta laktam)

Antibiotik alamiah, ditemukan oleh dr.Fleming (Inggris)tahun 1928 diperoleh oleh jamur genus Penicillium notatum, digunakan pertama tahun 1941 pada perang dunia ke 2, berkhasiat bakteriostatik dan bakterisid dengan menghambat sintesa dinding sel. Terdapat penisilin spectrum sempit, spectrum luas. Penisilin resisten penisilinase baik alamia maupun sintetis.

b. Sefalosporin (beta laktam)

Ditemukan pada tahun 1948 dari jamur Cephalosporium acremonium dari pipa pembuangan ditepi pantai Sardinia. Aktif melawan gram positif (+) dan Negatif (-) (Broad spectrum). Bekerja seprti penisilin yaitu menghambat sintesa dinding sel dan lisis sel bakteri, dikembangakan secara sitetik sehingga ada tiga generasi.(I,II,III) sekitar 10 % yang alergi Penisilin juga alergi sefalosporin karena keduanya mempunyai struktur molekul yang serupa.

ESO :utama yang merugikan berupa gejala gastrointestinal (mual, Muntah,Deare).Menghambat pembekuan darah, dan nefrotoksik.

c. Makrolit (eritromisin)

Diperoleh dari jamur steptomices erythareus, pertama kali diperkenalakan tahun 1950. Efek bakteriostatik dan bakterisidal (dosis besar) dengan cara menghambat sintesa protein. Cukup aktik untuk melawan bakteri gram positif dan negative. Merupakan obat pilihan untuk pneumoni akibat mikroplasma. Pemberian I.V. harus diencerkan dengan larutan salin atau dekstrose 5 % 100ml. Mulai kerja (Oral) 1 jam. Kadar puncak 4 jam, lama kerja 6jam, waktu paaruh singkat, efek peningkatn protein sedang.

Efek merugikan:

Gangguan Gastrointestinal berupa mual, muntah, deare, kejang abdomen, dan hepatotoksik (apabila diberikan bersama obat efek hepatotoksik lain).Eritromisin kompetitif antagonis dengan klindamisin dan Linkomisin.

d. Linkosamid (Klindamisin ,Linkomisin)

Bekerja dengan menghambat sintesa protein, Khasiat bakterostatik dan bakterisid tergantung dosis, Klindamisin lebih banyak digunakan efektif untuk gram (+) dan kuman anaerobic serta efek toksiknya sedikit.

Efek merugikan:

Iritasi gastrointestinal, mual, muntah, dan stomatitis.

e. Vankomisin

Bakterisidal ,dugunakan secara luas ytahun 1950 untuk infeksi staphilokokus, Karena dilaporkan banyak toksisitassnya penggunaannya saat ini hampir tersisih. Saat ini digunakan hanya apabila ada alergi penisilin atau resisten obat lain.

Efek merugikan:

Berupa ototoksis dan nefrotoksis.

f. Tetrasiklin

Diisolasi dari jamur stretomyces aureofacesns pada tahun 1948, broad spectrum, menghambat sintesis protein bakteri Efektif untuk mikroplasma pneumoni, riketsia, spirokseta, dan klamidia. Tersedia untuk oral dan perenteral (in, dan iv), Tidak boleh diminum bersama preparat Magnesium dan aluminium (antacid), kalsium(produk susu), besi (Fe),karena akan berikatan dan tak diabsorsi. Doksisiklin dan Minosiklin adalah tetrasiklin baru yang diabsorsinya lebih cepat.

Efek samping:

- Gangguan gastrointestinal: mual, muntah, dan diare.

- Fotosensitivitas.

- Efek teratogenik pada kehamilan trimester 1, gangguan pembekuan darah dan pertumbuhan tulang, gigi, maka tidak boleh diberikan pada ibu hamil menjelang bersalin serta anak usia kurang dari 8 tahun.

- Minosiklin menyebabkan gangguan keseimbangan.

- Suprainfeksi karena efek broad spectrum pada kuman.

- Nefrotoksik apabila diberikan bersama bahan nefrotoksik lain.

g. Aminoglikosida

Menghambat sintesa protein bakteri, efektif untuk bakteri gram negative (E.Coli, Proteus spp, pseudomonas spp).

Aminoglikosid terdiri dari Streptomisin (dari bakteri Streptomyses grieseus, 1944), Gentamisin (1963), Tobramisin (1970), Amikasin ( 1970), Netilmisin (1980).

Efek samping yang merugikan: Ototoksis dan nefrotoksis, (selengkapnya lihat tabel)

h. Chloramphenicol

Antibiotika broad spectrum, stabil, absorpsi usu dan ditribusinya baik. Merupakan DOC (drugs of Choice : obat pilihan) untuk typhus abdominalis dan baik untuk batuk rejan serta kolera.

Efek merugikan:

- Hipersensivitas berupa demam dan perdarahan kulit.

- Toksis berupa depresi sumsum tulang yang berakibat anemia aplastika.

- Neuritis optic, penglihatan kabur, mual dan neuritis jari.

- Suprainfeksi.

2. Sulfonamida

Pertama diisolasi dari senyawa tar batubara analin, tahun 1900 an, digunakan pertama untuk mengatasi infeksi kokus thn 1935. Tidak termasuk antibiotic karena tidak dihasilkan dari substnsi biologis. Khasiat bakteriostatik melalui hambatan sintesis asam folat atau PGA bakteri. Saat ini penggunaannya sudah banyak yang tergeser untuk infeksi saluran kemih. Tak efektif untuk jamur dan virus.

Efek samping dan reaksi merugikan:

- Alergi berupa ruam kulit dan gatal gatal, entema multiforme dan dermatitis eksfoliativa (dalam keadaan berat)

- Gangguan darah : anemia hemolitik, anemia aplastik dan menurunnya jumlah trombosit dan lekosit.

- Kristaluria karena ada beberapa yang tak larut dalam urine asam.

- Fotosensitivitas.

- Sensitivitas silang antar kelompok sulfonamide.

- Tak sianjurkan untuk ibu hamil trimester ke tiga, sering ada kasus BBL. Ikterik .

3. Antituberkulosa

Streptomisin merupakan antibiotika pertama yang banyak digunakan untuk mengurangi angka kematian TBC pada tahun 1944. INH (isoniasid) ditemukan pada tahun 1952, Merupakan preparat oral efektif pertama untuk TBC, dengan waktu paru 1 – 4 jam, keterikatan protein 10 % .ekskresi lewat urine 50 %, tetapi obat tunggal terbukti membuat resisten, maka penggunaannya harus kombinasi (contoh: NH – Rifampin, INH-Rifampin – Ethambutol). Rifampin dan ethambutol daitemukan tahun 1960 an.

Pengobatan tuberkulosa dibagi 2 jalur

1. INH, Rifampin, Ethambutol, Streptomosin, dianggap efektif dan toksisitasnya lebih ringan.

2. PAS. Kanamisin, Sikloserin, Etionamid, Kapreomisin, Pirazinamid, dianggap kurang efektif dan toksia.

Efek merugikan:

INH menyebabkan neuritis perifer, terutama pada pasien kurang gizi. DM dan peminum alcohol. OLeh karena itu harus dikombinasi dengan vitamin B6.

Isoniasid juga menyebabkan hepatitis (hepatotoksik). Lebih lebih digunakan bersama rifampin.

4. Anti jamur (antimikotik)

Digunakan untuk pengobatan infeksi jamur superficial kulit dan mukosa serta infeksi sistemik pada paru paru dan saraf.

Obat anti jamur dikelompokan menjadi Yaitu:

1. Polien (ampoterisin B,nistatin)

2. Imidazole, termasuk ketokonasol,mikronasol,klotrimazol.

3. Flusitosin, anti jamur antimetabolit.

4. Anti jamur topical untuk jamur permukaan.

Efek merugikan:

Amfoterisin B : Kulit kemerahan, demam, menggigil, mual,muntah, hipotensi, paraestesi, tromboplebitis, nefrotoksis sehingga dianggap sangat toksis.

Nistatin (Mikostatin): Oral maupun topical dalam bentuk suspense, kream, salep, tablet Vagina, paling benyak digunakan untuk jamur mulut.

5. Anti virus

Untuk membasmi ,mencegah dan menghambat penyebaran virus. Bekerja dengan cara menghambat replikasi virus, Biasanya efektif untuk melawan influenza. Herpes dan HIV.

6. Obsat anti malaria

Malaria disebabkan oleh parasit protozoa plasmodium, dibawa oleh nyamuk anopheles betina yang terinfeksi.

Ada bermacam macam malaria, Yaitu.

a. Malaria tropika: oleh plasmodium fulsifarum (palin berat karena banyak komplikasi demam tak menentu)

b. Malaria tertian oleh plasmodium vivax, demamberkala 3 hari.

c. Malaria kuartana, oleh plasmodium malaria , demam berkala 4 hari.

d. Malria Ovale plasmodium ovale (paling ringan)

Pengobatan malaria tegantung dari :

1. Jenis plasmodium.

2. Daur atau siklus hidup pada tahap jaringan atau tahap eritrosit.

Kinine pertama kali ditemukan tahun 1820 berikut ditemukan banyak anti malaria sintetik. Untuk mencegah resisten maka pemberiannya harus dikombinasi.

Efek merugikan:

Berupa reaksi gastrointestinal, gangguan saraf cranial VIII, gangguan ginjal dan kandiovaskuler.

7. Anti cacing (Anthelmintik)

Dalam dosis tinggi berkhasiat Vermisid, dalam dosis rendah Vermifuga (mengeluarkan). Berdasarkan penggunaannya obat cacing dibagi menjadi dua yaitu :

1. Penggunaan local, Yaitu untuk cacing yang hidup pada permukaan usus

2. Penggunaan sistemis, untuk cacing yang hidup di jaringan tubuh.

Parasit cacing menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang besar di indinesia karena berkaitan dengan kondisi kurang gizi. Diare, kronik, gangguan pertumbuhan, alergi, sakit perut dan anaemis, Penularan cacing usus paling banyak melalui faecel oral. Cacing tambang masuk melaui tapak kaki. Cacing pita bersama dengan daging yang kurang masak.

Jakarta 9 Mei 2011

Diambil dari buku kedokteran AY. Sutedjo

Artikel ini dilindungi dengan undang undang.

 

Dilarang keras Memindahkan artikel ini ke Web lain tanpa izin.

Add comment


Security code
Refresh