Selamat datang di web kesehatan hewan. Darrylkosambipet.com

"Cacing pita pada sapi penyebab infeksi saluran pencernaan manusia"

INFEKSI CACING PITA SAPI / BABI:

(Taeniasis)

OLeh Darryl

Infeksi cacing pita

Agen penginfeksi cacing pita

Taenia Solium (cacing pita babi) entah dewasa maupun larva (cysticercosis) sama sama menyebabkan infeksi pada manusia:

Yang dewasa penyebab infeksi pada saluran pencernaan manusia/hewan anjing,babi,sapi, sedangkan larvanya penebab infeksi somatic, Sedangkan Taenia Saginata (cacing pita sapi) hanya yang dewasa penyebab infeksi saluran pencernaan manusia.

Taenia Saginata :

Ciri cirri klinis,

Taenia Saginata sering kali asimtomatik, namun jika simnomnya muncul, maka cirri cirri klinis adalah :

Rasa sakit diperut bagian atas, deare dsn turunnya berat badan.

Taenia Solium dewasa biasanya asimtomatik, sedangkan yang Simtomatik berarti cacing masih ditahap larva. (Cysticersosis).

Neurocysticercosis adalah komplikasi fatalnya, muncul dalam bentuk sakit kepala hebat, kejang otak, dan gangguan penglihatan.

Metoda diagnosis cacing pita

Menemukan telur dan cacing dewasa lewat mikroskop di faces penderita. Tes serologis juga bias mendukung keberadaan mereka.

Namun jika masih belum terlihat, diagnosis bisa dilakukan lewat. CT-scan, MRI atau Ultrasonik

Periode inkubasi cacing pita

Masa inkubsi Cysticercosis bisa muncul berminggu minggu hingga bertahun tahun setelah terpapar, Telur T , Saginata bisa bertahan 8-12 minggu setelah infeksi, sedangkan telur T Solium bisa bertahan 10 – 14 minggu.

Cara kemunculan cacing pita dan efeknya bagi masyarakat.

Taeniasis muncul dseluruh dunia, paling banyak di Amerika latin, Afrika, Asia tenggara dan Eropa timur, Namun yang paling banyak membawa kematian pada manusia adalah yang berasal dari tahap Cysticercosis T. Solium

Pembawa penyakit cacing pita

Manusia adalah pembawa kedua jenis cacing pita ini, sedangkan pada hewan, T. Solium dibawa oleh babi dan T. Saginata oleh Sapi dan Kerbow.

Metode penyebaran cacing pita

Telur T. Saginata hanya disebarkan lewat feces individu yang terinfeksi setelah menyantap daging sapi yang mengandung larva T. Saginata, dan berkembang manjdi cacinbg dewasa disaluran cernanya,

Mode penyebaran T. Solium sama dengan T. Saginata, kecuali ia bias ditularkan kepada manusia, Bukan hanya kepada babi.

Penularan cacing pita antar manusia

T. Saginata tidak bisa ditularkan antar manusia, namun T. Solium bisa, Cacing dewasa dikedua jenis cacing pita ini bisa hidup di faces sampai 30 tahun, dan terus bertelur selama itu.

Sedangkan fase telur keduanya bisa hidup berbulan bulan, dengan kata lain, 30 tahun kemudian,lingkungan disekitar feces yang terinfeksi itu jatuh dan hancur di tanah bisa mengkontaminasi lingkungan disekitarnya.

Daya tahan Manusia terhadap penularan cacing pita

Setiap orang rentan terhadap serangan infeksi, dan tidak ada kekebalan yang dihasilkan dari kesembuhannya.

Cara penanggulangan cacing pita

Langkah langkah Pencegahan cacing pita

Memeriksa kesehatan hewan peliharaan, Membersihkan kandang kandang dengan zat disinfectan sebelum membuang kotoran ketanah disekitarnya.

Memasak daging hingga matang, , kalau hendak menyimpan daging dalam kulkas, Pastikan suhunya -5 derajat Celcius. Dan simpanlah selama 24 jam, karena Cystycercosis akan mati dalam suhu demikian, Memastikan tempat penjagalan Higienis, Memastikan semua hewan hendak di jagal memiliki surat sehat dari instansi peternakan.

Cara penyembuhan infeksi cacing pita

Sistem Anthelmintik selama 5 hari yang biasanya digunakan untuk infeksi cacing pita babi dan sapi, Namun jika tahapan Cysttcercosis sudah terlalu akut, biasanya pasien harus menjalankan operasi untuk dikeluarkan semua larva cacing dewasanya, Lalu diobati dengan obat cacing berbahan baku Aalbendazole dan Levamizole. Atau Oxbendazole. Isolasi tidak dibutuhkan.

Artikel ini di ambil sebagian dari buku kedokteran Prof. Health Kelly, Dr. Noel Bennet, Dr, Sally Muray dan Kerry Ann O”Grady

Jakarta 30 Juni 2010 18:51

Dilarang Keras Memindahkan artikel ini ke WEB lain tanpa izin penulis atau menghilangkan mana penulis. (Artikel ini dilindungi dengan undang undang)

Add comment


Security code
Refresh